Kamis, 14 November 2013

SEDIKIT KISAH


LAYAR PUTIH DAN DAYUNG KAYU

Di sebuah sungai yang lebar, terlihat sebuah perahu nelayan menggunakan layar putih mengikuti angin menuju hilir.
Layar putih menerima tiupan angin yang mengantar perahu berlayar maju. Sang layar sangat mengagumi bayangannya yang terlihat
di permukaan air yang terlihat seperti kupu-kupu raksasa putih yang mengepakan sayapnya. Begitu indah, begitu gagah!
Dia menertawai dayung kayu yang tersimpan di pinggir perahu dan berkata, "Hai dayung, kamu ini benda yang malas dan
tidak berguna. Perahu melaju cepat terus menerjang ombak, semuanya itu karena saya, si Layar!. Sedangkan kamu? Tidak dapat
mengerjakan apa-apa dan hanya bermalas-malasan tidur di sana!". Dayung sepatah kata pun tidak membalas, kelihatannya benar-benar tertidur.
Ketika senja, kapal bersiap untuk kembali. Terlihat nelayan melepaskan tali, terdengar bunyi srett..! Layar itu tergulung
dari atas kebawah. Selanjutnya, nelayan mengambil dayung kayu, diletakkan di atas sungai dan mulai mendayung. Perahu nelayan pun
mulai bergerak kembali ke tepian.
Si layar berteriak cemas, "Mengapa saya digulung! Mengapa kamu menggunakan dayung kayu yang tidak berguna itu!"
"Ha..ha..ha.. sekarang kamu mengertikan?" kata dayung. " Kamu hanya dapat merasa bangga dan hebat kalau sednag mengikuti angin,
sedangkan aku, walaupun kemampuanku tidak besar, justru bisa digunakan untuk melawan angin"

KEBIJAKAN YANG TERKANDUNG

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kelemahan. Pada saat diri sendiri sedang berada pada kejayaan, janganlah memandang rendah
orang lain; pada saat sedang menghadapi kegagalan, janganlah memandang rendah diri sendiri. Hanya dengan mengenal diri sendiri
dengan tepat, dengan hati besar menghadapi kehidupan, barulah kita dapat menikmati kegembiraan hidup ini.

0 komentar:

Posting Komentar