Kamis, 14 November 2013

SEDIKIT KISAH



IKAN YANG INGIN TERBANG

Seekor ikan yang sedang berenang di air secara kebetulan melihat burung yang sedang terbang di angkasa. Dalam hatinya
timbul rasa kagum, dia berpikir, "Kalau aku juga bisa terbang alangkah senangnya". Mulai sejak itu ikan mulai menirukan gaya
dan gerakan burung terbang setiap hari. Dia berencana akan melompat keluar air dan terbang ke lnagit biru. Temannya menasehati,
"Kamu tidak usah membuang tenaga. Ikan selamanya tidak akan bisa terbang!"
Sang ikan sangat marah mendengar nasihat temannya, lalu katanya, "Apakah kamu iri jika suatu saat hari nanti aku bisa
terbang? Kamu tunggu saja, asalkan saya terus berusaha tanpa henti, saya akan bisa mengusai kemampuan untuk terbang!" Karena
itu, sang ikan melanjutkan belajar kemampuan terbang dengan rajin, melanjutkan mimpinya untuk bisa terbang. Demikianlah, dia
terus bermimpi untuk terbang selama hidupnya, tapi tetap tidak menguasai kemampuan untuk terbang. Sampai akhirnya dia tertangkap
oleh seorang nelayan, dia tetap tidak mengerti, "Saya belajar terus dengan rajin gaya burung terbang, tetapi mengapa aku tidak
dapat terbang? Jika aku bisa terbang tentu akan sangat menyenangkan, dengan begitu aku tidak akan tertangkap oleh jala ikan ini!

KEBIJAKAN YANG TERKANDUNG

Tuhan selalu memberkati orang yang rajin. Ini adalah bukti kasih dan anugerah dari Tuhan untuk orang yang rajin dan mau berusaha.
Tetapi untuk mencapai kesuksesan, hanya dengan rajin saja sangatlah tidak cukup. Ada kalanya suatu pilahan yang bijak dan cerdas
akan jauh lebih baik daripada rajin bekerja. Kalau pun berjuang berusaha sepuluh ribu kali merupakan ukuran rajin, berarti pilihan
yang bijak dan cerdas adalah arah, tujuan, dan posisi Anda. Tidak ada lagi yang lebih penting daripada memastikan arah, tujuan dan
posisi yang sesuai dengan diri Anda.

SEDIKIT KISAH


LAYAR PUTIH DAN DAYUNG KAYU

Di sebuah sungai yang lebar, terlihat sebuah perahu nelayan menggunakan layar putih mengikuti angin menuju hilir.
Layar putih menerima tiupan angin yang mengantar perahu berlayar maju. Sang layar sangat mengagumi bayangannya yang terlihat
di permukaan air yang terlihat seperti kupu-kupu raksasa putih yang mengepakan sayapnya. Begitu indah, begitu gagah!
Dia menertawai dayung kayu yang tersimpan di pinggir perahu dan berkata, "Hai dayung, kamu ini benda yang malas dan
tidak berguna. Perahu melaju cepat terus menerjang ombak, semuanya itu karena saya, si Layar!. Sedangkan kamu? Tidak dapat
mengerjakan apa-apa dan hanya bermalas-malasan tidur di sana!". Dayung sepatah kata pun tidak membalas, kelihatannya benar-benar tertidur.
Ketika senja, kapal bersiap untuk kembali. Terlihat nelayan melepaskan tali, terdengar bunyi srett..! Layar itu tergulung
dari atas kebawah. Selanjutnya, nelayan mengambil dayung kayu, diletakkan di atas sungai dan mulai mendayung. Perahu nelayan pun
mulai bergerak kembali ke tepian.
Si layar berteriak cemas, "Mengapa saya digulung! Mengapa kamu menggunakan dayung kayu yang tidak berguna itu!"
"Ha..ha..ha.. sekarang kamu mengertikan?" kata dayung. " Kamu hanya dapat merasa bangga dan hebat kalau sednag mengikuti angin,
sedangkan aku, walaupun kemampuanku tidak besar, justru bisa digunakan untuk melawan angin"

KEBIJAKAN YANG TERKANDUNG

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kelemahan. Pada saat diri sendiri sedang berada pada kejayaan, janganlah memandang rendah
orang lain; pada saat sedang menghadapi kegagalan, janganlah memandang rendah diri sendiri. Hanya dengan mengenal diri sendiri
dengan tepat, dengan hati besar menghadapi kehidupan, barulah kita dapat menikmati kegembiraan hidup ini.